11 . DINASTI BANI UMAYYAH
I
A. Latar belakang
berdirinya Dinasti umayyah
Dinasti ummayah
merupakan pemerintahan islam
yang berdiri setelah pemerintahan khulafaur rasidin, masa
pemerintahan Dinasti umayyah berlangsung selama lebih
kurang 91 tahun ( 41 – 132 H / 661 – 750 M) terdiri 14 orang khalifah.
Ada dua peristiwa penting yang terkait
langsung dengan berdirinya Dinasti umayyah.
Peristiwa
pertama adalah perang siffin, yaitu peperangan yang terjadi antara pasukan Ali bin abi thalib disatu pihak dengan
pasukan mu’awiyah bin abi sufyan (
Gubernur syiria ) di pihak lain, peperangan yang di latar belakangi oleh sikap
menentang yang di tunjukan oleh
mu’awiyah bin abi sufyan karena menolak di berhentikan dari jabatan
gubernur oleh khalifah ali bin abi tholib dan profokasi public yang dilakukan oleh mu’awiyah bin abi sufyan karena ia menuduh bahwa ali bin abi tholib adalah orang yang menggerakkan aksi
demonstrasi menentang khalifah utsman
bin affan yang sampai mengakibatkan terbunuhnya
khalifah utsman bin affan. Perang siffin yang pada akhirnya diselesaikan
lewat tahkim atau arbitrase berujung pada perpecahan yang
terjadi pada pasukan ali bin abi tholib
menjadi 2 (dua) golongan, yaitu
golongan syi’ah , golongan yang setia terhadap ali bin abi tholib dan tetap bertahan didalam
barisan khalifah ali bin abi tholib untuk mendukung semua kebijakan khalifah Ali. Dan yang kedua adalah golongan khawarij, yaitu
golongan yang telah menyatakan keluar dari barisan khalifah Ali bin abi thalib karena mereka
menol ak hasil penyelesaian konflik melalui tahkim atau arbitrase. Akumulasi dari ketidak puasan dan kekecewaan golongan khawarij ini, kemudian salah seorang anggotanya yang bernama Abdurrahman bin muljam melakukan pembunuhan terhadap
khalifah Ali bin abi tholib.
Peristiwa kedua
adalah ammul jamaah, setelah wafatnya
khalifah Ali bin abi tholib pada tahun 661 M,sebanyak 40.000 umat islam
melakukan pengangkatan Hasan bin ali menjadi
khalifah menggantikan ayahnya. Akan tetapi pengangkatan hasan bin ali ini tidak mendapat
pengakuan mu’awiyah bin abi sufyan dan pendukungnya. Sebab mu’awiyah bin abi
sufyan sendiri sejak lama memiliki ambisi
untuk menduduki jabatan tertinggi dalam dunia islam. Dengan segala
upaya mu’awiyah bin abi sufyan menyusun
kekuatan ,taktik dan strategi politik untuk merebut kekuasaan dari tangan hasan bin ali. Dalam perkembangan selanjutnya ,gejolak dan krisis politik yang melanda umat islam
pada masa itu lebih banyak menguntungkan
pihak mu’awiyah sedangkan pihak
ali bin hasan semakin tersudur sehingga tidak ada pilihan lain bagi hasan bin ali kecuali
melakukan negosiasi dengan
mu’awiyah dan juga demi menjaga
persatuan umat islam,untuk itu hasan bin
ali mengirim surat kepada mu’awiyah bin abi sufyan melalui Amr bin salmah Al-arhabi yang berisi perdamaian.
B. Usaha usaha
dan hasil bani umayyah dalam
Kebijakan Politik Dan Ekonomi
Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah
Dijaman
Muawiyah,Tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai
daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan
lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel.
Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah
Abd Al-Malik, dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan
Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Mayoritas penduduk dikawasan
ini kaum Paganis. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H /
661M. pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan
sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. Mereka sampai kewilayah
Quhistan pada tahun 44H / 664M. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari.
Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai
Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
Ekspansi kebarat secara besar-besaran
dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Masa pemerintahan
Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat islam
merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. Dia
memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. Masjid
Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun
Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan
pembangunan fisik dalam skala besar.
Pada masa pemerintahannya terjadi
penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju
wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711M. Setelah Al Jazair dan
Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan
pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa
dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq).
Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi.
Selanjutnya Ibu
Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu
kota-kota lain seperti Sevi’e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota
Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan islam memperoleh dukungan
dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Pada
masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang
sejarahnya, dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun.
Dijaman Umar
Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan
perbaikan. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak
produktif, menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia
mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan
tidak ada lagi dijamannya. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang
berhak menerima zakat ataupun sedekah. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya, dia
dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Penaklukan dimasa
pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati
pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes, lalu
melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. Namun kaum muslimin
tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. sangat sedikit
terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. Dakwah islam marak dengan menggunakan
nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam, masa pemerintahan
Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Dijaman Hasyim
Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya
perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Dia membangun kota
Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam
berbagai perkara dan pertumpahan darah. Namun dia dikenal sangat kikir dan
pelit. Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman
Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba
menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours, Al-Ghafiqi
terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M.
peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa.
Dengan
keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik ditimur maupun barat. Wilayah
kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah
itu meliputi Spanyol, Afrika utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab, Irak,
sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan
Purkmenia, Ulbek, dan Kilgis di Asia Tengah.
Khususnya
dibidang Tashri, kemajuan yang diperoleh sedikit sekali, sebab kurangnya
dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Baru setelah masa
khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat, beliau
berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan, karena
para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha
untuk membukukan Hadits.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai
dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap
stabil. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika
dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah
Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Deklarasi pengangkatan anaknya
Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi
dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali
dan berkelanjutan.
Sistem Ekonomi
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat
pada jaman Bani Umayyah terbukti Berjaya
membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
- Dalam bidang pertanian Umayyah
telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah
memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
- Dalam bidang industri pembuatan
khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan disamping
itu, kekuasaan islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam
pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
- Muawiyah mendirikan Dinas pos dan
tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang
jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
- Lambang kerajaan sebelumnya
Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa
Umayyah, menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu
menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
- Arsitektur semacam seni yang
permanent pada tahun 691H, Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang
megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah
As-Sakharah).
- Pembuatan mata uang dijaman
khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri islam.
- Pembuatan panti Asuhan untuk
anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat untuk orang-orang yang
infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
- Pengembangan angkatan laut
muawiyah yang terkenal sejak masa Uthman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan
mengembangkan idenya dimasa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu
berjumlah 1700 buah.
Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd
Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi
pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi
pemerintahan Islam.
sumber : buku SKI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar