Senin, 09 Desember 2013

Perkembangan islam pereode klasik


 
11 .      DINASTI  BANI UMAYYAH   I
A.    Latar  belakang   berdirinya  Dinasti  umayyah
Dinasti  ummayah  merupakan  pemerintahan  islam  yang berdiri setelah pemerintahan khulafaur rasidin, masa pemerintahan  Dinasti  umayyah berlangsung  selama lebih  kurang 91 tahun ( 41 – 132 H / 661 – 750 M) terdiri 14 orang khalifah. Ada dua peristiwa penting  yang terkait langsung dengan berdirinya Dinasti umayyah.
Peristiwa pertama adalah perang siffin, yaitu peperangan yang terjadi  antara pasukan  Ali bin abi thalib disatu pihak dengan pasukan mu’awiyah bin abi sufyan  ( Gubernur syiria ) di pihak lain, peperangan yang di latar belakangi oleh sikap menentang yang di tunjukan  oleh mu’awiyah bin abi sufyan karena menolak di berhentikan  dari jabatan  gubernur oleh khalifah ali bin abi tholib  dan profokasi public yang  dilakukan oleh mu’awiyah  bin abi sufyan  karena ia menuduh  bahwa ali bin abi tholib  adalah orang yang menggerakkan aksi demonstrasi  menentang khalifah utsman bin affan yang sampai mengakibatkan terbunuhnya  khalifah utsman bin affan. Perang siffin yang pada akhirnya  diselesaikan  lewat  tahkim  atau arbitrase berujung pada perpecahan yang terjadi pada pasukan ali bin abi tholib  menjadi 2 (dua) golongan, yaitu  golongan syi’ah , golongan yang setia terhadap  ali bin abi tholib dan tetap bertahan didalam barisan khalifah  ali bin abi tholib  untuk mendukung  semua kebijakan  khalifah Ali. Dan  yang kedua adalah golongan khawarij, yaitu golongan yang  telah menyatakan  keluar dari barisan  khalifah Ali bin abi thalib karena mereka menol ak hasil penyelesaian  konflik  melalui tahkim atau arbitrase. Akumulasi  dari ketidak puasan  dan kekecewaan golongan  khawarij ini, kemudian  salah seorang anggotanya  yang bernama Abdurrahman  bin muljam melakukan pembunuhan terhadap khalifah Ali bin abi tholib.
Peristiwa kedua adalah  ammul jamaah, setelah wafatnya khalifah Ali bin abi tholib pada tahun 661 M,sebanyak 40.000 umat islam melakukan pengangkatan Hasan bin ali menjadi  khalifah menggantikan ayahnya. Akan tetapi pengangkatan  hasan bin ali ini tidak mendapat pengakuan  mu’awiyah  bin abi sufyan  dan pendukungnya. Sebab mu’awiyah bin abi sufyan sendiri sejak lama memiliki ambisi  untuk menduduki jabatan tertinggi dalam dunia islam. Dengan segala upaya  mu’awiyah bin abi sufyan menyusun kekuatan ,taktik dan strategi politik untuk merebut kekuasaan dari tangan  hasan bin ali. Dalam perkembangan  selanjutnya ,gejolak  dan krisis politik yang melanda umat islam pada masa itu lebih banyak menguntungkan  pihak mu’awiyah  sedangkan pihak ali bin hasan  semakin  tersudur sehingga tidak ada pilihan  lain bagi hasan bin ali kecuali melakukan  negosiasi dengan mu’awiyah  dan juga demi menjaga persatuan umat islam,untuk  itu hasan bin ali mengirim surat kepada mu’awiyah bin abi sufyan melalui Amr bin  salmah Al-arhabi yang berisi perdamaian.
B.      Usaha usaha  dan hasil  bani umayyah  dalam
Kebijakan Politik Dan Ekonomi
                   Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah
Dijaman Muawiyah,Tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abd Al-Malik, dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Mayoritas penduduk dikawasan ini kaum Paganis. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H / 661M. pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. Mereka sampai kewilayah Quhistan pada tahun 44H / 664M. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari. Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
        Ekspansi kebarat secara besar-besaran dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Masa pemerintahan Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat islam merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. Dia memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. Masjid Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan pembangunan fisik dalam skala besar.
     Pada masa pemerintahannya terjadi penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711M. Setelah Al Jazair dan Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi.
Selanjutnya Ibu Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Sevi’e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan islam memperoleh dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Pada masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang sejarahnya, dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun.
Dijaman Umar Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan perbaikan. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak produktif, menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan tidak ada lagi dijamannya. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat ataupun sedekah. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya, dia dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Penaklukan dimasa pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes, lalu melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. Namun kaum muslimin tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. sangat sedikit terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. Dakwah islam marak dengan menggunakan nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam, masa pemerintahan Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Dijaman Hasyim Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Dia membangun kota Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam berbagai perkara dan pertumpahan darah. Namun dia dikenal sangat kikir dan pelit. Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours, Al-Ghafiqi terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M. peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa.
Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik ditimur maupun barat. Wilayah kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan Purkmenia, Ulbek, dan Kilgis di Asia Tengah.
Khususnya dibidang Tashri, kemajuan yang diperoleh sedikit sekali, sebab kurangnya dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Baru setelah masa khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat, beliau berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan, karena para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha untuk membukukan Hadits.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan.
Sistem Ekonomi
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat pada jaman Bani Umayyah terbukti Berjaya  membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
- Dalam bidang pertanian Umayyah telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
           - Dalam bidang industri pembuatan khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan     disamping  itu, kekuasaan islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
- Muawiyah mendirikan Dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
- Lambang kerajaan sebelumnya Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa Umayyah, menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
- Arsitektur semacam seni yang permanent pada tahun 691H, Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah As-Sakharah).
- Pembuatan mata uang dijaman khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri islam.
- Pembuatan panti Asuhan untuk anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat untuk orang-orang yang infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
- Pengembangan angkatan laut muawiyah yang terkenal sejak masa Uthman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan mengembangkan idenya dimasa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu berjumlah 1700 buah.
Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam.

sumber : buku SKI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar