Kamis, 26 Desember 2013
Minggu, 22 Desember 2013
Sabtu, 21 Desember 2013
Rabu, 18 Desember 2013
RENUNGAN
Renungan
Kunci Sukses
Pagi-pagi aku mendapat pesan lewat yahoo! messenger dari kedua sahabatku.
Pesan itu merupakan sebuah cerita pendek yang bisa menjadi bahan perenungan
luar biasa. Cerita tentang sebuah kuci menuju kesuksesan yang terinspirasi dari
benda-benda di sekitar kita.
Ini adalah kisah dari seorang pria yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dia merenungkan tentang kunci sukses dalam hidup ini. Dia pun mulai menatap sekeliling sudut kamarnya dan seolah-olah semua benda-benda yang berada di dalam kamarnya itu berbicara demikian:
Jendela Kamar bilang : "lihatlah dunia luar!"
Langit-Langit Kamar berpesan : "bercita-citalah setinggi mungkin!"
Jam Dinding berkata : "tiap detik itu berharga!"
Cermin bilang : "berkacalah sebelum bertindak!"
Kalender berbisik : "jangan menunda sampai besok!"
Pintu berteriak: "dorong yang keras, pergi dan berusahalah!"
Ini adalah kisah dari seorang pria yang baru saja terbangun dari tidurnya. Dia merenungkan tentang kunci sukses dalam hidup ini. Dia pun mulai menatap sekeliling sudut kamarnya dan seolah-olah semua benda-benda yang berada di dalam kamarnya itu berbicara demikian:
Jendela Kamar bilang : "lihatlah dunia luar!"
Langit-Langit Kamar berpesan : "bercita-citalah setinggi mungkin!"
Jam Dinding berkata : "tiap detik itu berharga!"
Cermin bilang : "berkacalah sebelum bertindak!"
Kalender berbisik : "jangan menunda sampai besok!"
Pintu berteriak: "dorong yang keras, pergi dan berusahalah!"
Akan tetapi tiba-tiba...
Lantai berbisik : "berlutut dan berdoalah, karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA!"
Bahan renungan yang sangat menarik. Untuk meraih sebuah kesuksesan maka kita harus selalu menatap kedepan. Sangat wajar bila kita mempunyai cita-cita dan harapan yang luar biasa karena segala sesuatu itu bisa kita dapatkan apabila kita mau berusaha dengan keras dan tidak mudah menyerah. Lakukan yang terbaik hari ini. Lakukan dengan maksimal. Tidak ada penundaan karena setiap detik yang kita miliki ini sangat berharga dan kita bisa mempergunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang "hebat".
Tapi semua itu akan menjadi tak berguna bila kita tidak mengikutsertakan Tuhan dalam setiap langkah dan rencana hidup kita. Mulailah semua itu dengan doa, karena apabila Tuhan tidak berkehendak maka semua itu adalah sia-sia. Bersyukurlah dalam setiap hari-harimu. Bersyukurlah untuk setiap berkat-berkat Tuhan yang mengalir dalam hidupmu.
hargailah hidupmu jika kau ingin di hargai oleh diri mu,,,,
Lantai berbisik : "berlutut dan berdoalah, karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DOA!"
Bahan renungan yang sangat menarik. Untuk meraih sebuah kesuksesan maka kita harus selalu menatap kedepan. Sangat wajar bila kita mempunyai cita-cita dan harapan yang luar biasa karena segala sesuatu itu bisa kita dapatkan apabila kita mau berusaha dengan keras dan tidak mudah menyerah. Lakukan yang terbaik hari ini. Lakukan dengan maksimal. Tidak ada penundaan karena setiap detik yang kita miliki ini sangat berharga dan kita bisa mempergunakannya untuk menghasilkan sesuatu yang "hebat".
Tapi semua itu akan menjadi tak berguna bila kita tidak mengikutsertakan Tuhan dalam setiap langkah dan rencana hidup kita. Mulailah semua itu dengan doa, karena apabila Tuhan tidak berkehendak maka semua itu adalah sia-sia. Bersyukurlah dalam setiap hari-harimu. Bersyukurlah untuk setiap berkat-berkat Tuhan yang mengalir dalam hidupmu.
hargailah hidupmu jika kau ingin di hargai oleh diri mu,,,,
syukuri yang telah kau miliki karena itu akan jadi permata indah di hidup mu,,,
Selasa, 17 Desember 2013
Senin, 09 Desember 2013
Perkembangan islam pereode klasik
11 . DINASTI BANI UMAYYAH
I
A. Latar belakang
berdirinya Dinasti umayyah
Dinasti ummayah
merupakan pemerintahan islam
yang berdiri setelah pemerintahan khulafaur rasidin, masa
pemerintahan Dinasti umayyah berlangsung selama lebih
kurang 91 tahun ( 41 – 132 H / 661 – 750 M) terdiri 14 orang khalifah.
Ada dua peristiwa penting yang terkait
langsung dengan berdirinya Dinasti umayyah.
Peristiwa
pertama adalah perang siffin, yaitu peperangan yang terjadi antara pasukan Ali bin abi thalib disatu pihak dengan
pasukan mu’awiyah bin abi sufyan (
Gubernur syiria ) di pihak lain, peperangan yang di latar belakangi oleh sikap
menentang yang di tunjukan oleh
mu’awiyah bin abi sufyan karena menolak di berhentikan dari jabatan
gubernur oleh khalifah ali bin abi tholib dan profokasi public yang dilakukan oleh mu’awiyah bin abi sufyan karena ia menuduh bahwa ali bin abi tholib adalah orang yang menggerakkan aksi
demonstrasi menentang khalifah utsman
bin affan yang sampai mengakibatkan terbunuhnya
khalifah utsman bin affan. Perang siffin yang pada akhirnya diselesaikan
lewat tahkim atau arbitrase berujung pada perpecahan yang
terjadi pada pasukan ali bin abi tholib
menjadi 2 (dua) golongan, yaitu
golongan syi’ah , golongan yang setia terhadap ali bin abi tholib dan tetap bertahan didalam
barisan khalifah ali bin abi tholib untuk mendukung semua kebijakan khalifah Ali. Dan yang kedua adalah golongan khawarij, yaitu
golongan yang telah menyatakan keluar dari barisan khalifah Ali bin abi thalib karena mereka
menol ak hasil penyelesaian konflik melalui tahkim atau arbitrase. Akumulasi dari ketidak puasan dan kekecewaan golongan khawarij ini, kemudian salah seorang anggotanya yang bernama Abdurrahman bin muljam melakukan pembunuhan terhadap
khalifah Ali bin abi tholib.
Peristiwa kedua
adalah ammul jamaah, setelah wafatnya
khalifah Ali bin abi tholib pada tahun 661 M,sebanyak 40.000 umat islam
melakukan pengangkatan Hasan bin ali menjadi
khalifah menggantikan ayahnya. Akan tetapi pengangkatan hasan bin ali ini tidak mendapat
pengakuan mu’awiyah bin abi sufyan dan pendukungnya. Sebab mu’awiyah bin abi
sufyan sendiri sejak lama memiliki ambisi
untuk menduduki jabatan tertinggi dalam dunia islam. Dengan segala
upaya mu’awiyah bin abi sufyan menyusun
kekuatan ,taktik dan strategi politik untuk merebut kekuasaan dari tangan hasan bin ali. Dalam perkembangan selanjutnya ,gejolak dan krisis politik yang melanda umat islam
pada masa itu lebih banyak menguntungkan
pihak mu’awiyah sedangkan pihak
ali bin hasan semakin tersudur sehingga tidak ada pilihan lain bagi hasan bin ali kecuali
melakukan negosiasi dengan
mu’awiyah dan juga demi menjaga
persatuan umat islam,untuk itu hasan bin
ali mengirim surat kepada mu’awiyah bin abi sufyan melalui Amr bin salmah Al-arhabi yang berisi perdamaian.
B. Usaha usaha
dan hasil bani umayyah dalam
Kebijakan Politik Dan Ekonomi
Sistem Politik Dan Perluasan Wilayah
Dijaman
Muawiyah,Tunisia dapat ditaklukkan. Disebelah timur, Muawiyah dapat menguasai
daerah Khurasan sampai kesungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan
lautnya melakukan serangan-serangan ke Ibu Kota Bizantium, Konstantinopel.
Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah
Abd Al-Malik, dia menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan
Baikh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Mayoritas penduduk dikawasan
ini kaum Paganis. Pasukan islam menyerang wilayah Asia Tengah pada tahun 41H /
661M. pada tahun 43H / 663M mereka mampu menaklukkan Salistan dan menaklukkan
sebagian wilayah Thakaristan pada tahun 45H / 665M. Mereka sampai kewilayah
Quhistan pada tahun 44H / 664M. Abdullah Bin Ziyad tiba dipegunungan Bukhari.
Pada tahun 44H / 664M para tentaranya datang ke India dan dapat menguasai
Balukhistan,Sind, dan daerah Punjab sampai ke Maitan.
Ekspansi kebarat secara besar-besaran
dilanjutkan dijaman Al-Walid Ibn Abd Abdul Malik (705M-714M). Masa pemerintahan
Walid adalah masa ketentraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat islam
merasa hidup bahagia, tidak ada pemberontakan dimasa pemerintahanya. Dia
memulai kekuasaannya dengan membangun Masjid Jami’ di Damaskus. Masjid
Jami’ ini dibangun dengan sebuah arsitektur yang indah, dia juga membangun
Kubbatu Sharkah dan memperluas masjid Nabawi, disamping itu juga melakukan
pembangunan fisik dalam skala besar.
Pada masa pemerintahannya terjadi
penaklukan yang demikian luas, penaklukan ini dimulai dari Afrika utara menuju
wilayah barat daya, benua eropa yaitu pada tahun 711M. Setelah Al Jazair dan
Maroko dapat ditaklukkan, Tariq Bin Ziyad pemimpin pasukan islam dengan
pasukannya menyebrangi selat yang memisahkan antara Maroko dengan Benua Eropa
dan mendarat disuatu tempat yang sekarang dikenal nama Bibraltar (Jabal Tariq).
Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Spanyol menjadi sasaran ekspansi.
Selanjutnya Ibu
Kota Spanyol Kordova dengan cepatnya dapat dikuasai, menyusul setelah itu
kota-kota lain seperti Sevi’e, Elvira, dan Toledo yang dijadikan ibu kota
Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan islam memperoleh dukungan
dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa. Pada
masa inilah pemerintah islam mencapai wilayah yang demikian luas dalam rentang
sejarahnya, dia wafat pada tahun 96H / 714M dan memerintah selama 10 tahun.
Dijaman Umar
Ibn Ab Al-Aziz masa pemerintahannya diwarnai dengan banyak Reformasi dan
perbaikan. Dia banyak menghidupkan dan memperbaiki tanah-tanah yang tidak
produktif, menggali sumur-sumur baru dan membangun masjid-masjid. Dia
mendistribusikan sedekah dan zakat dengan cara yang benar hingga kemiskinan
tidak ada lagi dijamannya. Dimasa pemerintahannya tidak ada lagi orang yang
berhak menerima zakat ataupun sedekah. Berkat ketaqwa’an dan kesalehannya, dia
dianggap sebagai salah seorang Khulafaur Rasyidin. Penaklukan dimasa
pemerintahannya pasukan islam melakukan penyerangan ke Prancis dengan melewati
pegunungan Baranese mereka sampai ke wilayah Septomania dan Profanes, lalu
melakukan pengepungan Toulan sebuah wilayah di Prancis. Namun kaum muslimin
tidak berhasil mencapai kemenangan yang berarti di Prancis. sangat sedikit
terjadi perang dimasa pemerintahan Umar. Dakwah islam marak dengan menggunakan
nasehat yang penuh hikmah sehingga banyak orang masuk islam, masa pemerintahan
Umar Bin Abd Aziz terhitung pendek.
Dijaman Hasyim
Ibn Abd Al-Malik (724-743M) pemerintahannya dikenal dengan adanya
perbaikan-perbaikan dan menjadikan tanah-tanah produktif. Dia membangun kota
Rasyafah dan membereskan tata administrasi. Hasyim dikenal sangat jeli dalam
berbagai perkara dan pertumpahan darah. Namun dia dikenal sangat kikir dan
pelit. Penaklukan dimasa pemerintahannya yang dipimpin oleh Abdur Rahman
Al-Ghafiqi. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers, dari sana ia mencoba
menyerang Tours. Namun dalam peperangan yang terjadi diluar kota Tours, Al-Ghafiqi
terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Prancis pada tahun 114H / 732M.
peristiwa penyerangan ini merupakan peristiwa yang sangat membahayakan Eropa.
Dengan
keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik ditimur maupun barat. Wilayah
kekuasaan islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah
itu meliputi Spanyol, Afrika utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arab, Irak,
sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan
Purkmenia, Ulbek, dan Kilgis di Asia Tengah.
Khususnya
dibidang Tashri, kemajuan yang diperoleh sedikit sekali, sebab kurangnya
dukungan serta bantuan pemerintah (kerajaan) waktu itu. Baru setelah masa
khalifah Umar Bin Abd Al-Aziz kemajuan dibidang Tashri mulai meningkat, beliau
berusaha mempertahankan perkembangan hadits yang hampir mengecewakan, karena
para penghafal hadits sudah meninggal sehingga Umar Bin Abd Al-Aziz berusaha
untuk membukukan Hadits.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai
dinasti ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap
stabil. Muawiyah tidak mentaati isi perjanjiannya dengan Hasan Ibn Ali ketika
dia naik tahta yang menyebutkan bahwa persoalan pergantian pemimpin setelah
Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat islam. Deklarasi pengangkatan anaknya
Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi
dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali
dan berkelanjutan.
Sistem Ekonomi
Bidang-bidang ekonomi yang terdapat
pada jaman Bani Umayyah terbukti Berjaya
membawa kemajuan kepada rakyatnya yaitu:
- Dalam bidang pertanian Umayyah
telah memberi tumpuan terhadap pembangunan sector pertanian, beliau telah
memperkenalkan system pengairan bagi tujuan meningkatkan hasil pertanian.
- Dalam bidang industri pembuatan
khususnya kraftangan telah menjadi nadi pertumbuhan disamping
itu, kekuasaan islam pada masa Bani Umayyah juga banyak berjasa dalam
pengembangan peradaban seperti pembangunan di berbagai bidang, seperti:
- Muawiyah mendirikan Dinas pos dan
tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya disepanjang
jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata.
- Lambang kerajaan sebelumnya
Al-Khulafaur Rasyidin, tidak pernah membuat lambang Negara baru pada masa
Umayyah, menetapkan bendera merah sebagai lambang negaranya. Lambang itu
menjadi ciri khas kerajaan Umayyah.
- Arsitektur semacam seni yang
permanent pada tahun 691H, Khalifah Abd Al-Malik membangun sebuah kubah yang
megah dengan arsitektur barat yang dikenal dengan “The Dame Of The Rock” (Gubah
As-Sakharah).
- Pembuatan mata uang dijaman
khalifah Abd Al Malik yang kemudian diedarkan keseluruh penjuru negeri islam.
- Pembuatan panti Asuhan untuk
anak-anak yatim, panti jompo, juga tempat-tempat untuk orang-orang yang
infalid, segala fasilitas disediakan oleh Umayyah.
- Pengembangan angkatan laut
muawiyah yang terkenal sejak masa Uthman sebagai Amir Al-Bahri, tentu akan
mengembangkan idenya dimasa dia berkuasa, sehingga kapal perang waktu itu
berjumlah 1700 buah.
Pada masa Umayyah, (Khalifah Abd
Al-Malik) juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi
pemerintahan dan memberlakukan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi
pemerintahan Islam.
sumber : buku SKI
Ibnu Batutah: Petualang Legendaris asal Maroko
ibnu batuttah adalah seorang penjelajah dunia.
Ketika disebut nama Maroko, maka yang
paling terlintas di benak orang Indonesia adalah Ibnu Batutah, Sang
petualang legendaris dari Negeri Matahari Terbenam ini. Ia dianggap
sebagai pelopor penjelajah abad 13 M yang belum tertandingi, sekalipun
ada Marcopolo yang juga melakukan penjelajahan dunia.
Namun Marcopolo masih tidak sebanding
dengan Ibnu Batutah terutama dalam kuantitas perjalanan. Karenanya, ia
dijuluki dengan sebutan “Pengembara muslim Arab”.
Perjalanan panjang dan pengembaraannya mengelilingi dunia itu mampu
melampaui sejumlah penjelajah Eropa yang diagung-agungkan Barat seperti
Christopher Columbus, Vasco de Gama, dan Magellan yang mulai setelah
Ibnu Batutah. Sejarawan Barat, George Sarton, mencatat jarak perjalanan
yang ditempuh Ibnu Batutah melebihi capaian Marcopolo. Tak heran, bila
Sarton geleng-geleng kepala dan mengagumi ketangguhan seorang Ibnu
Batutah yang mampu mengarungi lautan dan menjelajahi daratan sepanjang
120.000 kilometer itu. Sebuah pencapaian yang tak ada duanya di masa
itu.Lalu siapa nama lengkap Ibnu Batutah itu? Ia adalah Muhammad Abu Abdullah bin Muhammad Al Lawati Al Tanjawi yang kemudian dikenal dengan Ibnu Batutoh. Lahir di Tanger (kota di sebelah utara Maroko) 24 Februari 1304 M/ 703 H dan wafat di kota kelahirannya pada tahun 1377 M/ 779 H. Versi lain mengatakan, ia wafat di kota Fez atau Casablanca. Namun pendapat yang rajih (benar) ia dimakamkan di tanah kelahirannya, sebagaimana makamnya terdapat di kota wisata Tanger-Maroko.
Ibnu Batutah berasal dari keturunan bangsa Barbar. Besar dalam keluarga yang taat memelihara tradisi Islam. Saat itu, Maroko sedang dikuasai Dinasti Mariniah. Ia dikenal sangat giat mempelajari fiqh dari para ahli yang sebagian besarnya menduduki jabatan Qadhi (hakim). Beliau juga mempelajari sastra dan syair Arab.
Pada usia sekitar 21 tahun 4 bulan, ia menunaikan rukun iman kelima. Perjalananya menuju ke Baitullah telah membawanya berpetualang dan menjelajahi dunia. Ia mengarungi samudera dan menjelajah daratan demi sebuah tujuan mulia. Sampai kemudian Ia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi sekitar 44 negara selama 30 tahun.
Rihlah Ibnu Batutoh, inilah salah satu buku legendaris yang mengisahkan perjalanan seorang petualang agung itu pada 1325 hingga 1354 M. Sejatinya, Rihlah bukanlah judul buku, tetapi hanya menggambarkan sebuah genre (gaya sastra). Judul asli dari buku yang ditulis Ibnu Batutah itu adalah Tuhfat al-Nuzzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa ’Aja’ib al-Asfar (Persembahan Seorang Pengamat tentang Kota-kota Asing dan Perjalanan yang Mengagumkan) ditulis oleh Ibnu Juzay, juru tulis Sultan Maroko, Abu ‘Inan. Karya ini telah menjadi perhatian berbagai kalangan di Eropa sejak diterjemahkan ke berbagai bahasa seperti Perancis, Inggris dan Jerman.
Buku itu disusun menjadi sebuah perjalanan dunia yang mengagumkan dengan mengaitkan berbagai peristiwa, waktu pengembaraan serta catatan-catatan penting yang berisi berita dan peristiwa yang dialami Ibnu Batutah selama pengembaraanya. Dalam karyanya tersebut, Ibnu Batutah tidak mengumpulkan rujukan atau bahan-bahan dalam menunjang tulisannya hanya mengisahkan pengalaman atau sejarah empiris negara atau kota-kota yang pernah disinggahinya terutama yang menyangkut kultur setempat. Pencapaian Ibnu Batutah yang luar biasa itu, konon dirampas dan disembunyikan Kerajaan Prancis saat menjajah benua Afrika, termasuk Maroko.
Kisah Petualangan Ibnu Batutoh
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Tuntutlah ilmu walaupun hingga ke negeri Cina”. Islam memerintahkan umatnya untuk mencari ilmu pengetahuan, hingga ke tempat yang jauh sekalipun. Terinspirasi hadits itu, Ibnu Batutah pun melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan membentuk konsep Al-Rihlah fi talab al-’ilmi (Perjalanan untuk Mendapatkan Ilmu Pengetahuan).
Ibnu Batutah menghabiskan umurnya hingga 30 tahun untuk berpetualang dari satu negeri ke negeri lainnya. Hampir seluruh dunia telah dijelajahinya, mulai dari Afrika Utara ke Timur Tengah, dari Persia ke India terus ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan India. Kemudian dilanjutkan ke arah Timur Laut menuju daratan China dan ke arah Barat hingga sampai ke Spanyol.
Pengembaraannya itu ia lakukan antara musim haji yang satu ke musim haji berikutnya. Ia menjadikan Makkah Al Mukaramah sebagai awal berlayar dan sebagai tempat kembali berlabuh. Sungguh suatu pengembaraan yang penuh kejadian penting dalam sejarah, sarat dengan makna dan hikmah. Pengembaraan perdananya dimulai ketika menunaikan ibadah haji yang pertama, tepat pada tanggal 14 Juni 1325. Ia bersama jamaah Tanger lainnya menempuh keringnya hawa laut Mediterania di tengah teriknya daratan berpasir Afrika Utara. Semuanya dilakukan hanya dengan berjalan kaki.
Dalam perjumpaannya dengan banyak orang, Ibnu Batutah senantiasa berusaha meningkatkan kualitas silaturahim dengan mendekati orang-orang yang bisa diajak ber-mudzakarah serta berbagi ilmu dan pengalaman. Ia sangat terinspirasi dengan hadits Nabi Saw.,“Perumpamaan teman yang saleh dan teman yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak misik (harum) dan orang yang meniup bara api pandai besi. Orang yang membawa minyak misik mungkin akan memberikannya kepadamu, atau engkau akan membelinya atau engkau merasakan bau harum daripadanya. Adapun peniup bara api pandai besi, mungkin akan membakar pakaianmu, atau engkau akan merasakan bau yang busuk daripadanya”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Tempat-tempat yang disinggahi diceriterakannya secara lengkap dengan bahasa yang indah, sehingga siapa yang membaca tulisan Ibnu Batutah atau mendengarkannya berhasrat untuk mengunjunginya. Kemauannya yang kuat untuk mengunjungi wilayah-wilayah Islam saat itu membawanya mengembara
Tiba di Samudera Pasai (Aceh)
Petualangan dan perjalanan panjang yang ditempuh Ibnu Batutah sempat membuatnya terdampar di Samudera Pasai (kini Aceh). Tepatnya di sebuah Kerajaan Islam pertama di Nusantara yang terletak di utara pantai Aceh antara abad ke-13 hingga 15 M. dengan Raja pertamanya Sultan Malikussalih (W 1297), yang sekaligus sebagai sultan (pemimpin) pertama negeri itu. Ia menginjakkan kakinya di Aceh pada tahun 1345. Sang pengembara itu singgah di bumi Serambi Makkah selama 15 hari.
Catatan Ibnu Batutah dalam perjalanan laut menuju Cina menyebutkan, Ia pernah mampir di wilayah Samudera Pasai. Dalam catatan perjalanannya itu, Ibnu Batutah melukiskan Samudera Pasai dengan begitu indah. ”Negeri yang hijau dengan kota pelabuhannya yang besar dan indah,” tutur sang pengembara berdecak kagum. Kedatangan penjelajah kondang asal Maroko itu mendapat sambutan hangat dari para ulama dan pejabat Samudera Pasai.
Kedatangan Ibnu Batutah disambut Amir (panglima) Daulasah, Qadi Syarif Amir Sayyir Al-Syirazi, Tajuddin Al-Asbahani dan beberapa ahli fiqh atas perintah Sultan Mahmud Malik Zahir (1326-1345). Menurut pengamatan Ibnu Batutah, Sultan Mahmud merupakan penganut Mazhab Syafi’i yang giat menyelenggarakan pengajian dan mudzakarah tentang Islam.
Penjelajah termasyhur asal Maghrib (sebutan Maroko dalam Bahasa Arab) itu sangat mengagumi Sultan Mahmud Malik Al-Zahir penguasa Samudera Pasai saat itu. ”Sultan Mahmud Malik Al-Zahir adalah seorang pemimpin yang sangat mengedepankan hukum Islam. Pribadinya sangat rendah hati. Ia berangkat ke masjid untuk shalat Jumat dengan berjalan kaki. Selesai shalat, sultan dan rombongan biasa berkeliling kota untuk melihat keadaan rakyatnya,” kisah Ibnu Batutah.
Ia juga melihat Samudera Pasai saat itu menjelma sebagai pusat studi Islam di Asia Tenggara. Menurut Ibnu Batutah, penguasa Samudera Pasai itu memiliki ghirah (semangat) belajar yang tinggi untuk menuntut ilmu-ilmu Islam kepada ulama. Dia juga mencatat, pusat studi Islam yang dibangun di lingkungan kerajaan menjadi tempat diskusi antara ulama dan elit kerajaan. Selama berpetualang mengelilingi dunia dan menjejakkan kakinya di 44 negara, dalam kitabnya yang berjudul Tuhfat al-Nazhar itu, Ibnu Batutah menuturkan telah bertemu dengan tujuh raja yang memiliki kelebihan yang luar biasa.
Ketujuh raja yang dikagumi Ibnu Batutah itu antara lain; raja Iraq yang dinilainya berbudi bahasa, raja Hindustani yang disebutnya sangat ramah, raja Yaman yang dianggapnya berakhlak mulia, raja Turki dikaguminya karena gagah perkasa, raja Romawi yang sangat pemaaf, raja Melayu Malik Al-Zahir yang dinilainya berilmu pengetahuan luas dan mendalam, serta raja Turkistan.
Ibnu Batutah sempat mengunjungi pedalaman Sumatra yang kala itu masih dihuni masyarakat non-Muslim. Di situ juga Ia menyaksikan beberapa perilaku masyarakat yang mengerikan, seperti bunuh diri massal yang dilakukan hamba ketika pemimpinnya mati.
Setelah berkelana dan mengembara di Samudera Pasai selama dua pekan, Ibnu Batutah akhirnya melanjutkan perjalannnya menuju Negeri Tirai Bambu Cina. Catatan perjalanan Ibnu Batutah itu menggambarkan pada abad pertengahan, peradaban telah tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara.
Berkat petualangan singkat Ibnu Batutah ini, kini Bangsa Indonesia sangat dikenal di mata masyarakat Maroko, sebagai bangsa yang ramah, santun, toleran dan cinta terhadap agama Islam yang moderat. Hal itu juga diakui oleh para ulama Maroko, “Masyarakat muslim Indonesia sangat terpuji akhlaknya, mereka memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap agama” pengakuan Dr Idris Hanafi, Dosen pakar Hadits beberapa waktu lalu saat menyampaikan kuliah studi Islam di Univ. Imam Nafie’, Tanger-Maroko.
Begitu juga tabiat masyarakat Maroko, yang terkenal dengan sikapnya yang sangat ramah dalam menghormati tamu, mereka menganggap tamu itu benar-benar seperti raja. Hal ini tentunya merupakan ciri khas orang Maroko dan sebagai aplikasi dari sebuah Hadits Rasul Saw., “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya, yaitu jaizahnya.” Para sahabat bertanya: “Apakah jaizahnya tamu itu, ya Rasulullah?” Beliau S.a.w. bersabda: “Yaitu pada siang hari dan malamnya. Menjamu tamu yang disunnahkan secara muakkad atau sungguh-sungguh ialah selama tiga hari. Apabila lebih dari waktu sekian lamanya itu, maka hal itu adalah sebagai sedekah padanya.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Diabadikan di Dunia
Nama besar dan kehebatan Ibnu Batutah dalam menjelajahi dunia di abad pertengahan itu, hingga kini tetap dikenang. Bukan hanya umat Islam saja yang mengakui kehebatannya, Barat pun mengagumi sosok Ibnu Battuta. Tak heran, karya-karyanya disimpan Barat.
Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, International Astronomy Union (IAU) Perancis mengabadikan Ibnu Batutah menjadi nama salah satu kawah bulan. Kawah Ibnu Batutah itu terletak di Barat daya kawah Lindenbergh dan Timur laut kawah bulan terkenal Goclenius. Di sekitar kawah Ibnu Batutah tersebar beberapa formasi kawah hantu. Kawah Ibnu Batutah berbentuk bundar dan simetris. Dasar bagian dalam kawah Ibnu Battuta terbilang luas. Diameter kawah itu mencapai 11 kilometer. Dasar kawah bagian dalamnya terbilang gelap, segelap luarnya. Kawah Ibnu Batutah awalnya bernama Goclenius A. Namun, IAU kemudian memberinya nama Ibnu Batutah.
Selain dijadikan nama kawah di bulan, Ibnu Batutah juga diabadikan dan dikenang masyarakat Dubai lewat sebuah mall atau pusat perbelanjaan bernama Ibnu Batutah Mall. Di sepanjang koridor mall itu dipajangkan hasil penelitian dan penemuan Ibnu Batutah.
Sementara di kampung halamannya sendiri, Tanger-Maroko Ibnu Batutah sangat terkenal. Di dekat Stadion Tanger terdapat bentuk Globe kecil yang menandai kediaman Ibnu Batutah yang kecil. Terdapat juga di Hotel Ibn Battouta di Jalan (Rue) Magellan, dibagian bawah perbukitan ada burger Ibn Battouta dan Cafè Ibn Battouta. Ferry yang menghubungkan Spanyol dengan Maroko menyeberangi Selat Gibraltar juga bernama M.V. Ibn Battouta. Begitu juga bandara kota Tanger bernama Ibnu Battouta. Meski petualangan dan pengembaraannya telah berlalu sembilan abad silam, namun kebesaran dan kehebatannya hingga kini tetap dikenang dunia. (Dikutip dari berbagi sumber, termasuk buku ”Rihlah Ibnu Batutoh”)
sumber :
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,41371-lang,id-c,kolom-t,Ibnu+Batutah++Petualang+Legendaris+asal+Maroko-.phpx
Langganan:
Komentar (Atom)

